
# MTOF 6 : Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok, dan kadang mabuk - tidak mungkin direncanakan jadi istri. ~ Mario Teguh (Inspirator)Gw percaya kalo pada dasarnya semua orang itu bersifat baik. Jika dia terbiasa dengan hal yang tidak baik, itu artinya ia hanya perlu di 'perbaiki' sifatnya untuk menjadi kembali baik. Semua orang punya sifat nakal. Nakal gak selalu memiliki konotatif jelek. Definisi gw, dibilang nakal jika ia sudah melakukan hal yang melenceng dari rule dan norma tertentu. Buang sampah sembarangan pun bisa dibilang nakal, dan semua pasti pernah melakukannya.
Terkadang, dalam hal2 tertentu sikap nakal tersebut tidak ditanggapi secara dewasa dan menjadi kebiasaan yang justru merugikan. Masi untung merugikan untuk diri sendiri. Tapi lain cerita kalo sudah sampai merugikan orang lain.
Nakal bisa karena tertantang atau karena penasaran. Dan biasanya rasa itu muncul menjelang masa2 usia muda yang memang dalam penentuan jati dirinya, tak lain pasti masih menggebu-gebu, semangat, dan tertarik oleh hal-hal yang baru.
Gw nakal? bisa jadi. Gw merokok, kadang minum (alkohol), sesekali clubbing, bercengkerama dengan wanita hingga menyentuhnya. Bahkan jika subject poin #MTOF diatas dibalik menjadi Pria, maka gw bukanlah orang yang pantas direncanakan sebagai suami.
Untung gw masih diberi kemampuan untuk membatasi diri. Gw masih beragama, walaupun gw merasa masi menjadi orang yang munafik. Gw masi mengindahkan norma dan etika, apa yang sekiranya akan menjadi buruk untuk orang lain, ga akan gw lakukan, walaupun orang itu udah mendzalimi gw, misalnya. Gw merokok di akhir pekan saja, minum beberapa teguk saja, clubbing jika benar2 ingin, dan menyentuh wanita di club yang memang 'pantas' disentuh.
Sekarang kita kawinkan kalimat gw itu dengan quote tweet di atas.
Cewe clubbing yang PANTAS untuk disentuh konteksnya akan menjadi lebih luas : (level awal) dipegang tangan, dipeluk, dirangkul, dicium, di'pake'(level akhir). Semakin bisa disentuh ke level terkahir, kesimpulan gw jelas bahwa ni cewek ga 'alim' alias NAKAL (nakal definisi gw lho, bukan nakal kek di tipi/koran).
Benar bahwa ini adalah tipe cewe easy going, playfull, supel, ramah, dan sifat2 itu yang diinginkan pria pada pasangannya (pacar/istri). Tapi ketika cewe2 itu menunjukkan sifat2nya di club dengan jamuan 'sentuhan', maka jelas sudah paling mentok ni cewe cuma bisa dijadikan teman bersenang-senang saja. Bahkan gw yakin walopun awalnya berusaha untuk menjalani hubungan serius, kelak pasti ada saatnya dia kembali lagi ke gaya hidup sebelumnya. Suatu anekdot mengatakan, "You can take a girl out from a bar but you can't take a bar from a girl".
Apa itu artinya gw menyetujui apa yang MT utarakan? tergantung. Jika gw deket dengan cewe tipe seperti ini, gw akan pastikan sejauh mana dia bisa menjaga dan menghargai dirinya. Gw akan memberikan perhatian, ciuman, dan pelukan hangat ke cewe yang emang gw sayang. Dan sebaliknya cewe gw juga melakukan hal yang sama HANYA ke gw dengan alasan yang sama. Kalo saja sampe dia ampe action ini itu di club dan berdalih "Kek gitu kan udah biasa di clubbing..." maka jelas, itu tanda dia siap gw tinggalin saat itu juga.

Tweet di atas sempat jadi kontroversi di internet. Karenanya Ibu Lieanna, istri Mario Teguh, meminta pendapat Mario tentang ini. Hasilnya, gw tampilin cuplikan nasehat MT kepada istrinya tentang bahasan itu.
Engkau menolak melihat kebaikan dari nasehatku bahwa:
“Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chit chat yang snob, merokok dan kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”
Berdoalah agar Tuhan tidak memasukkan mu kedalam keadaan nyata yang akan membuatmu menyesali penolakanmu sekarang, misalnya:
. engkau bisa saja lama tidak mendapatkan pasangan karena pria yang engkau taksir hanya mau enjoy aja dengan mu, tetapi nanti ‘seriusan’ sama wanita yang berlaku dalam tuntunan agama yang indah, kemudian menikah, dan membesarkan anak-anak yang sehat-sehat dan lucu-lucu,
. anak perempuan mu sering terlambat bangun dan menghindari sekolah karena sering keluar malam dengan teman-teman laki-laki yang berganti-ganti, dan bergaulnya hanya dengan laki-laki dewasa yang suka kehidupan malam.
. hampir setiap bulan engkau ketakutan jika menstruasi anak perempuanmu terlambat.
. anak laki-lakimu jadi malas sekolah dan boros uang karena bergaul dengan teman wanita yang perilakunya seperti anak perempuanmu.
. anakmu yang terakhir, lahir premature dan banyak kelemahan fisik, karena saat hamil, engkau merokok dan minum alkohol, meskipun tidak sering tetapi kadang-kadang sampai mabuk.
. suami mu tidak disukai oleh para atasan dan rekan sekantornya karena kata mereka, istri suamimu sering bicara sok lebih kaya dari orang lain, sok Barat, sok modern, tidak pernah keluar negeri tapi ceritanya jalan-jalan ke Paris.
. suami mu masih sering menyinggung mengenai keraguannya apakah anak pertama mu adalah betul anak dia, karena engkau dulu punya banyak teman keluar malam - laki-laki yang sering mengajak mu pergi sampai pagi, sebelum engkau bertemu dia.
. suami mu sering pulang marah-marah karena dia bertemu klien-klien yang mengatakan dulu pernah jalan sama diri mu, dan mereka bilang engkau orang nya enjoy aja, cuwek, dan easy going.
. ayah mu yang sedang sakit menelepon dan menangis, dan bercerita bahwa ibumu tidak menjaganya di rumah sakit, tetapi pergi rame-rame dengan teman-temannya. Yang menjemput perempuan, tapi malam yang mengantar pulang laki-laki. Ayah mu sakit paru-paru, sehingga sering sampai sesak nafas karena baju dan rambut ibu mu bau rokok yang kental dan padet sekali.
. anak-anakmu membantah mu kalau kau nasehati agar lebih suka di rumah, belajar, dan menemani mu yang sering juga ditinggal suami mu entertain klien di kelab malam sampai pagi. Mereka bilang mereka punya hak azasi untuk memilih jalan hidup sendiri, karena mama dulu juga begitu, papa juga sering pulang malam, tapi terus terima telpon dari perempuan lain dan bicaranya keluar di halaman depan rumah, nenek juga begitu. Kata mereka, masa’ kita yang muda-muda disuruh tinggal di rumah, nanti bisa kaya’ kakek yang sakit paru-paru.
. ibu mu sedang bertengkar dengan dokter paru-paru ayah mu, karena dia tidak suka dilarang merokok di ruang opname rumah sakit.
………..
Cerita bayangan tentang masa depan mu itu memang semua cuma khayalan, tetapi jangan sampai engkau mengabaikannya dengan cara yang membuatmu jadi pantas masuk kedalam keadaan yang kau cemoohkan. Tidak usah semua poin kau alami, satu saja rasanya tidak akan membahagiakanmu.
lengkapnya disini
Semua sudut pandang posting ini mengarah ke cewe. Hahahah. Diskriminatifkah? Ga juga. Karena menurut gw ini juga berlaku buat para owo. Pada akhirnya, di hari tua nanti, semua ingin memiliki keluarga yang bahagia. Kebahagiaan itu mahal. Mulai dari saat ini kita bisa sama2 mengevaluasi apa yang mendekatkan dan apa yang bisa menjauhkan dari kebahagiaan kita.
Just my two cents.

